Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Senin, 16 November 2015

80 Tahun Rendra: Dari Ciputat Untuk Indonesia



Untuk Disiarkan          : Selasa 17 November 2015
Reporter                      : Nabila Puspa Asriyani

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UIN Jakarta bekerjasama dengan keluarga besar Willibrordus Surendra Broto Rendra atau W.S Rendra Si burung Merak, kemarin mengadakan acara “80 Tahun Rendra: Dalam Kenangan Sahabat”. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Harun Nasution, pukul delapan pagi hingga sepuluh malam. Acara yang diisi dengan Seminar Nasional, Pemutaran Video Pementasan Rendra, dan Haul 80 tahun Rendra ini menghadirkan keluarga, sastrawan, serta budayawan seperti Putu Wijaya, Herry Di, Soetanto Sopiandhy, Kurnia Fadjar, Ken Zuraida dan masih banyak lagi. Acara ini mengajarkan mahasiswa sastra Indonesia agar bisa belajar kepekaan hati nurani Rendra.

Ketua Pelaksana Acara, Rosida Erowati mengatakan, WS Rendra memang dilahirkan dikeluarga yang kental akan seni, tak heran jika darah seni sangat mudah merasuk dalam diri Rendra. Rendra bukan sastrawan yang mudah dibeli, Rendra tidak berharap bahwa mahasiswa PBSI menjadi sastrawan. Hanya saja, Rendra menginginkan mahasiswa melihat nilai-nilai yang telah ditawarkannya, seperti pengetahuan yang penuh konsistensi, spiritualis dan lainnya. Tiga kata yang bisa menggambarkan Rendra menurut Rosida adalah tekun, integritas dan si skenario drama.

Mahasiswa PBSI semester tiga, Jefta Yogi mengatakan, WS Rendra meruapakan sosok eyang yang sangat menginspirasi. Jefta mengikuti dunia teater karena terinspirasi oleh sang sastrawan satu ini. Jefta mengaku sangat senang dengan acara haul ini, karena dapat membangkitkan semangat para mahasiswa UIN selalu peduli terhadap sesama, sebagaimana yang Rendra senantiasa katakan melalui bait-bait syairnya.

0 komentar:

Posting Komentar