Untuk Disiarkan : Selasa 17 November 2015
Reporter :
Nabila Puspa Asriyani
Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UIN Jakarta bekerjasama dengan
keluarga besar Willibrordus Surendra
Broto Rendra atau W.S Rendra Si
burung Merak, kemarin mengadakan acara “80 Tahun Rendra: Dalam Kenangan
Sahabat”. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Harun Nasution, pukul
delapan pagi hingga sepuluh malam. Acara yang diisi dengan Seminar Nasional,
Pemutaran Video Pementasan Rendra, dan Haul 80 tahun Rendra ini menghadirkan
keluarga, sastrawan, serta budayawan seperti Putu Wijaya, Herry Di, Soetanto
Sopiandhy, Kurnia Fadjar, Ken Zuraida dan masih banyak lagi. Acara ini
mengajarkan mahasiswa sastra Indonesia agar bisa belajar kepekaan hati nurani
Rendra.
Ketua
Pelaksana Acara, Rosida Erowati mengatakan, WS Rendra memang dilahirkan
dikeluarga yang kental akan seni, tak heran jika darah seni sangat mudah
merasuk dalam diri Rendra. Rendra bukan sastrawan yang mudah dibeli, Rendra
tidak berharap bahwa mahasiswa PBSI menjadi sastrawan. Hanya saja, Rendra
menginginkan mahasiswa melihat nilai-nilai yang telah ditawarkannya, seperti
pengetahuan yang penuh konsistensi, spiritualis dan lainnya. Tiga kata yang
bisa menggambarkan Rendra menurut Rosida adalah tekun, integritas dan si skenario
drama.
Mahasiswa
PBSI semester tiga, Jefta Yogi mengatakan, WS Rendra meruapakan sosok eyang
yang sangat menginspirasi. Jefta mengikuti dunia teater karena terinspirasi
oleh sang sastrawan satu ini. Jefta mengaku sangat senang dengan acara haul
ini, karena dapat membangkitkan semangat para mahasiswa UIN selalu peduli
terhadap sesama, sebagaimana yang Rendra senantiasa katakan melalui bait-bait
syairnya.
0 komentar:
Posting Komentar