Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Tampilkan postingan dengan label PEMIRA 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMIRA 2014. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2014

Jejak PEMIRA 2014

Untuk Disiarkan          : Jumat 5 Desember 2014
Reporter                      : Rohima
Kamis (4/12) Kondisi dinding dan lantai di FU dan FDIKOM pasca PEMIRA 2014

Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) 2014, telah selesai dilaksanakan. Pemungutan suara yang berlangsung Senin kemarin terlaksana dengan baik. Walaupun dalam penghitungan suara ada beberapa keributan yang terjadi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa itu adalah hal yang bisa dikatakan sering terjadi saat PEMIRA berlangsung.

PEMIRA 2014 ini memang meninggalkan banyak jejak, salah satunya adalah tinta. Seperti pemilihan umum lainnya, pemira UIN Jakarta juga menggunakan tinta untuk membedakan mahasiswa yang telah datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memberikan hak suaranya. Namun sayangnya, tinta yang digunakan saat PEMIRA telah mengotori dinding dan lantai fakultas. Hal ini bisa terlihat di dinding dan lantai Fakultas Ushuluddin (FU) dan juga Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM).

Menurut mahasiswa FDIKOM  jurusan Manajemen Dakwah (MD) semester lima, Anamira Kanita, bekas tinta yang ada di dinding dan lantai sangat menggangu. Karena dinding terlihat menjadi kotor, padahal seperti yang kita tahu dinding di fakultas baru saja di cat ulang. Ami menambahkan, sepertinya harus ada pengecatan ulang lagi agar dinding kembali terlihat bersih.


Sedangkan menurut mahasiswa FDIKOM jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester lima, Ratih Pratiwi, sangat menyayangkan dengan adanya bekas tinta yang mengotori dinding dan lantai fakultas. Menurut Ratih, seharusnya panitia PEMIRA harus lebih memperhatikan hal-hal yang seperti ini. Untuk pemilih, Ratih berharap kedepannya mahasiswa juga lebih dewasa dalam bersikap. Jangan sampai hal yang seperti ini saja harus diingatkan terlebih dahulu.

Rabu, 03 Desember 2014

Pasca Pemira, Fisip Uin Jakarta Memanas


Untuk Disiarkan   :           Kamis, 04 Desember 2014
Reporter               :           Dimas Bagus Laksono

                      
.           Pasca hajatan demokrasi akbar kampus UIN Jakarta, yang disebut Pemilihan Umum Raya (PEMIRA). Kampus UIN Jakarta mengalami beberapa keributan yang disebabkan oleh hasil penghitungan maupun dalam prosesi pemilihan calon ketua di tingkat jurusan, fakultas, maupun untuk tingkat universitas yang mengalami kejanggalan. Banyak pihak yang merasa dirugikan atas tindakan-tindakan yang dilakukan oleh lawan politiknya, ataupun tindakan curang yang dilakukan oleh peserta PEMIRA yang merugikan salah satu pasangan.

            Ketua Badan Pengawas Pemilu (BANWASLU) UIN Jakarta, yang juga Mahasiswa Jurusan Hubungan International, semester 7, Aprilian Senna menjelaskan sampai saat ini laporan yang masuk akibat kisruh PEMIRA ke pihak BANWASLU adalah tragedi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta. Kampus FISIP sampai saat ini kondisinya masih memanas, hal ini disebabkan akibat keputusan dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Jakarta, yang men-syah-kan beberapa surat suara yang dianggap tidak-sah oleh salah satu pasangan, sehingga salah satu calon pasangan tersebut merasa perolehan suaranya berubah akibat keputusan KPU tersebut. Aprilian juga menambahkan, sejauh ini kondisi di FISIP sendiri masih aman, dan gedungnya masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mahasiswanya. Sebab pihak BANWASLU dan KPU juga bekerjasama dengan pihak keamanan fakultas, untuk menghindari kejadian-kejadian buruk yang tidak diinginkan bersama akibat PEMIRA tahun ini.


            Muhammad Rizky Ikhwani, Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik, semester 1, mengatakan, harusnya masing-masing pasangan calon yang bertarung dalam PEMIRA memiliki sikap ksatria, menerima dan percaya terhadap lembaga-lembaga pengawas PEMIRA. Rizky juga berhararap semoga lembaga seperti KPU dan BANWASLU UIN Jakarta, bisa bersikap netral dan independen agar para calon bisa menerima setiap keputusan yang dibuat.  

Laporan sengketa terkait PEMIRA 2014


Untuk disiarkan          : Kamis 4 Desember 2014
Reporter                      : Syahidah Azzahra

Mulai kemarin PANWASLU (Panitia Pengawas Pemilu) disetiap fakultas dan BANWASLU ( Badan Pengawas Pemilu) sudah membuka untuk siapa saja yang ingin melaporkan sengketa terkait PEMIRA. Jika ada sengketa terkait PEMIRA, pertama-tama dapat di adukan kepada PANWASLU di  fakultas masing-masing, dengan menyerahkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), surat aktif kuliah atau KTM dengan KRS (Kartu Rencana Studi) terakhir, untuk mengisi formulir pengaduan. Syarat pengaduan sengketa apabila ada bukti, harus disertai satu saksi, sedangkan pengaduan tanpa bukti diminta dua saksi.

Aprilian Sena, selaku ketua BANWASLU, mengatakan sampai sekarang baru satu pengaduan yang diterima di BANWASLU, yaitu pengaduan dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), terkait dengan lima suara yang tidak sah, tetapi disahkan oleh KPU. Sena menambahkan pengaduan tersebut akan dikaji terlebih dahulu untuk menentukan sah atau tidaknya suara tersebut.

Dewi Triana, Mahasiswa Menejement Bisnis semester tiga, mengatakan sejauh ini, dirinya tidak melihat terjadinya kecurangan dalam PEMIRA, dan jika pun terjadi kecurangan mungkin dirinya akan segera melapor kepada PANWASLU di fakultas.

Selasa, 02 Desember 2014

Proses Penghitungan Suara Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tafsir Hadits Sempat Ricuh


Untuk disiarkan          : Rabu 3 Desember 2014
Reporter                      : Aldinah Rosmi

Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) yang damai menjadi harapan semua pihak. Meskipun demikian, yang terjadi di Fakultas Ushuluddin (FU) bertolak belakang dengan harapan PEMIRA yang damai. Pasalnya, kemarin sempat terjadi kericuhan pada saat proses penghitungan suara Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tafsir Hadits.

Menurut petugas KPPS FU, Hafidz, mengatakan bahwa proses penghitungan suara akan diulang namun dilakukan secara tertutup yakni hanya ada petugas KPPS, saksi, serta Panwaslu. Kericuhan yang sempat terjadi di Tempat Pemungutan Suara FU, yakni karena pasangan nomor urut satu untuk calon presiden dan wakil persiden Jurusan Tafsir Hadits tidak terima dengan hasil penghitungan suara sehingga memprovokasi kericuhan. Padahal menurut hafidz, jika suara yang menjadi perselisihan masuk ke pasangan calon nomor urut satu, tetap saja akan kalah dari pasangan calon nomor urut dua.

Mahasiswa FU, jurusan Perbandingan Agama, Rahmawati mengaku tidak tahu tentang penyebab pasti kericuhan tersebut. Disamping itu menurut Rahmawati, tidak seharusnya terjadi kericuhan dalam PEMIRA 2014, namun jika ada kecurangan dari pihak manapun tetap harus diadili dengan cara yang damai, bukan kericuhan apalagi tindakan anarkis.

Masih Ada DPT yang Tidak Sempat Menggunakan Hak Suara


Untuk disiarkan          : Rabu 3 Desember 2014
Reporter                      : Aldinah Rosmi

Semua mahasiswa yang merupakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mempunyai hak suara untuk memilih bakal calon presiden dan wakil presiden HMJ/HMK, DEMA-F serta DEMA-U. Namun dalam PEMIRA 2014 yang dilaksanakan kemarin, tidak semua mahasiswa atau DPT menggunakan hak suaranya. Seperti yang terjadi di Fakultas Dakwah dan ilmu Komunikasi (FDIKOM), dari 1704 DPT hanya ada 1073 yang hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya.

Ketua Dewan Pemenangan FDIKOM, Afrizal Rosikhul, mengatakan prosentase DPT yang tidak hadir yakni sekitar 600 orang, dan memang ada dua jurusan di FDIKOM yang pemilihannya secara aklamasi namun tetap mempunyai hak suara untuk memilih calon presiden DEMA-F dan DEMA-U. Afrizal juga menuturkan, hal mendasar mengenai banyak DPT yang tidak memilih adalah karena kepedulian mahasiswa yang sudah menurun akan hal seperti ini. Ada pula faktor lainnya, misalnya karena jadwal mata kuliah yang bentrok maupun tidak adanya jadwal kuliah di hari pemungutan suara. Namun menurut Afrizal, petugas KPPS telah menyediakan waktu pemungutan suara sampai jam setengah lima mengingat TPS sudah sepi, jadi percuma jika dibuka sampai jam enam tetapi tidak ada pemilih.


Menurut Mahasiswa FDIKOM, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Khusnul Hidayah, mengaku sangat kecewa kehilangan hak pilihnya karena tidak sempat memilih akibat padatnya jadwal perkuliahan. Menurut Khusnul, Walaupun hanya satu suara namun dirasa sangat berarti. Khusnul menambahkan, Sedikit kecewa juga dengan petugas di TPS mengapa perpanjangan waktunya tidak disamakan dengan waktu yang tersita di pembukaan TPS. Namun Khusnul berharap, semoga siapapun kandidat yang terpilih, bisa amanat dengan jabatannya.

Perolehan Suara Harapan Tim Sukses Calon Presiden dan Wakil Presiden DEMA FDIKOM


Untuk disiarkan          : Rabu 3 Desember 2014
Reporter                      : Aldinah Rosmi

Pemungutan suara dalam Pemilhan Umum Raya (PEMIRA) 2014 telah dilaksanakan dua hari yang lalu. Kemarin giliran pelaksanaan penghitungan suara untuk mengetahui hasil sementara pasangan bakal calon ketua dan wakil ketua yang unggul dalam PEMIRA 2014. Masing-masing pihak dari pasangan calon presiden optimis bahwa pasangan yang diusungnya akan memperoleh suara sesuai yang diharapkan.

Salah satu tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) nomor urut satu, mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Rama mengatakan, persiapan yang dilakukan mulai dari pra-kampanye maupun pra-PEMIRA dirasa sudah matang, antara lain dari segi teknik, strategi dan taktik yang telah dibuat, salah satunya dengan pendekatan emosional pemilih. Rama juga menuturkan, pihak pasangan calon presiden nomor urut satu  siap menerima kemenangan nantinya. Rama sendiri juga menargetkan suara yang diperoleh dari calon pasangan nomor urut satu mencapai 80 persen bahkan 90 persen FDIKOM.

Adapun pernyataan dari salah satu tim sukses pasangan nomor urut dua DEMA FDIKOM, mahasiswa jurusan Manajeman Dakwah, Muhammad said menuturkan, sebagai tim sukses sangat optimis pasangan yang diusungnya akan memperoleh suara yang diinginkan. Karena menurut Said, tim sukses sudah mempercayakan kepada beberapa jurusan di FDIKOM terkait bagaimana fakultas bisa dimenangkan. Selain itu, kampanye yang sebelumnya telah dipersiapkan, menjadikan Said lebih optimis bahwa pasangan yang diusungnya akan menang. Said berharap, suara yang diperoleh sepahit-pahitnya ada 50 persen suara.


Senin, 01 Desember 2014

PEMIRA 2014, Saatnya Memilih


Untuk disiarkan          : Selasa, 2 Desember 2014
Reporter                      : Aditiya Awaludin

Para Mahasiswa sedang mengantri untuk mencoblos, 1 Desember 2014-FST

Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) sudah mencapai babak pencoblosan. Hal ini adalah yang paling ditunggu oleh seluruh mahasiswa untuk memberikan hak suaranya. Tepat tanggal satu desember, senin kemarin seluruh Fakultas di UIN jakarta, serempak menggelar pencoblosan PEMIRA. Terlihat antusias mahasiswa yang meramaikan moment PEMIRA dari tiap fakultas.

Menurut salah satu mahasiswa Sains Dan Teknologi (FST), jurusan agribisnis, semester tiga, Molly Kirana, pemilihan di FST sangat ramai, seru dan berjalan dengan lancar. Terlihat antusias mahasiswa dalam mengikuti pencoblosan yang rela mengantri untuk mendapakan hak suaranya.


Pendapat lainnya datang dari mahasiswa fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan (FITK), jurusan Pendidikan agama islam (PAI), semester lima, Ummi Hafidzah, mengatakan, meski sempat ada kesalahan pemilihan pada jurusan PAI, karena surat suaranya terbalik dan proses pemilihan untuk jurusan PAI sendiri ditunda sampai siang, proses pencoblosan tetap berjalan dengan aman dan lancar.

Pakaian Batik Hiasi Pemira FITK 2014


Untuk Disiarkan          : Selasa, 02 Desember 2014
Reporter                      : Rizkika Utami

Pemilihan Umum Raya (Pemira) UIN Jakarta telah tiba. Kemarin, merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa UIN Jakarta dalam pemilihan calon presiden, dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (DEMA-J), Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U). Pemira telah berlangsung kemarin, dari pukul delpan pagi hingga tiga sore WIB, tepatnya di lobby Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Pemira FITK dibuka oleh Bapak Sudarnoto dan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Panitia Pemira di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), menggunakan seragam Batik, sebagai pembeda dari seluruh pemilih. Terlihat dari jurusan di FITK yang banyak, sehingga dibuat dua Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni, TPS 1 dan TPS 2.


Salah satu KPPS FITK, Aliyus, mengatakan, ada sedikit kendala dalam pemira FITK, yakni, pemilihan yang seharusnya dimulai jam 08.00 pagi, terpaksa diundur ke jam 10.00 WIB karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Aliyus juga menuturkan, seragam batik yang digunakan, menjadi suatu tanda pembeda antara panitia dengan pemilih. Aliyus berharap, semoga pemilih mencapai 60 persen. Begitu juga, pemira berjalan aman, lancar, dan jaya tidak ada kerusuhan antar sesama. Dan harapan aliyus untuk pemimpin agar bisa mengayomi seluruh jurusan dari masing-masing fakultas, dan untuk universitas, agar dapat mengayomi seluruh fakultas yang ada di UIN Jakarta. Salah satu pemilih di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Agama Islam, semester lima, Meyanisa, mengatakan, moment pemira bagus untuk berorganisasi dan politik. Meyanisa juga berharap, agar pemilih FITK tidak ada yang golput.

Siapapun Pemenangnya, Harus Tetap Damai


Untuk Disiarkan: Selasa, 2 Desember 2014
Reporter             : Halida Septianidar

Terdapat dua pasang calon dalam pemilihan ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), meskipun dua pasang calon menjadi rival dalam pemilihan ini tetapi kedua pasang calon tetap menghormati satu sama lain dan cinta damai.

Calon wakil ketua HMJ KPI nomor urut satu, Nurul Fikri berharap agar pemilihan ini dapat berjalan lancar, serta tidak terjadi kerusuhan dan mahasiswa lebih dewasa dalam menentukan pilihan  karena ini akan berdampak untuk satu tahun kedepan.


Calon wakil ketua HMJ KPI nomor urut dua, Ihat Solihat, menuturkan semoga pemilihan dapat berjalan lancar, tertib dan tanpa ada ricuh dari masing-masing kubu atau simpatisan yang ada. Ihat juga berharap agar jangan sampai ada mahasiswa yang golput dalam pemilihan ini.  

Sabtu, 29 November 2014

Sudah Siapkah Mahasiswa Untuk Memilih?




Untuk disiarkan          : Senin, 1 Desember 2014
Reporter                      : Aditiya Awaludin

Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) sudah mencapai babak akhir. Dan hari ini, mahasiswa sudah harus memilih calon pemimpin baru HMJ/HMK, DEMA-U/DEMA-F, SEMA-U/SEMA-F. Dan inilah beberapa pendapat mahasiswa tentang kesiapannya untuk memilih calon pemimpin baru.

Menurut salah satu mahasiswi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB), Jurusan Akuntansi, semester satu, Nur Fatin Salma, mengaku siap untuk memilih, dan sudah memiliki pilihan calon yang siap untuk dipilih. Untuk tata cara pemilihannya sudah mengerti, karena  dari pihak KPU sudah memberikan tata cara pemilihan berupa banner yang dipasang di tiap fakultas. Fatin menambahkan, harapannya untuk pemimpin baru, siapapun nanti yang akan terpilih menjadi presiden BEM Fakultas maupun Universitas semoga bisa menjalankan amanah dengan baik dan membangun UIN menjadi lebih baik lagi.

Selain itu, Mahasiswa Fakultas Sains Dan Teknologi, Jurusan Agribisnis, semester tiga, Fauzan Budi Prasetio, mengatakan sudah siap untuk memilih pemimpin baru, setiap calon ketua dan wakil ketuanya pun sudah cukup bagus mengenalkan diri mereka melalui kampanye, debat, dan penyuluhan,  sehingga sudah diketahui visi-misi mereka oleh para mahasiswa, jadi tidak ada lagi alasan bagi mahasiswa untuk tidak memilih karena alasan tidak mengenal calon ketua dan wakil ketua yang akan dipilih.

Hari Terakhir Kampanye PEMIRA 2014




Untuk disiarkan          : Senin, 1 Desember 2014
Reporter                      : Aditiya Awaludin

Seperti yang sudah diketahui, masa kampanye PEMIRA berlangsung sejak tanggal 24 sampai 29 november kemarin. Dan jumat kemarin adalah hari terakhir  calon ketua dan wakil ketua (Himpunan Mahasiswa Jurusan) HMJ, (Dewan Mahasiswa Universitas) DEMA-U, (Dewan Mahasiswa Fakultas) DEMA-F, (Senat Mahasiswa Universitas) SEMA-U, (Senat Mahasiswa Fakultas) SEMA-F menggelar aksi kampanyenya. Sudah banyak cara yang dilakukan tim sukses dari berbagai calon ketua dan wakil ketua dalam menggelar aksi kampanyenya, seperti memasang banner dan spanduk calon ketua dan wakil ketua, kampanye via media sosial, penyuluhan ke berbagai kelas, dan jumat kemarin kampanye keliling ke berbagai fakultas khususnya fakultas dakwah dan ilmu komunikasi  (FDIKOM).

Menurut salah satu tim sukses DEMA-U, Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, semester tiga, Muhammad Nur Muhaimin, di hari terakhir kampanye, tim sukses mengenalkan calon ketua dan wakil ketua DEMA-F dengan cara arak-arakan keliling fakultas, khususnya FDIKOM, karena salah satu calon wakil ketuanya adalah mahasiswa FDIKOM.

Salah satu tim sukses DEMA-U, mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi, jurusan pengembangan masyarakat islam, semester tiga, Sarah Fauziah, mengatakan, tujuan diadakannya kampanye keliling ini untuk mengenalkan salah satu calon ketua dan wakil ketua, dan agar mahasiswa lebih tau, visi misi para calon yang sama-sama ingin membuat fakultas maupun universitas lebih baik lagi kedepannya.

Kamis, 27 November 2014

Peran BAWASLU UIN Jakarta dalam PEMIRA 2014


Untuk Disiarkan          : Jumat, 28 November 2014
Reporter                      : Iladiena Zulfa

Akhir-akhir ini, Pemilihan Umum Raya (Pemira) menjadi hal yang sering diperbincangkan oleh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika UIN Jakarta. Bicara mengenai Pemira pasti tak lepas dari urusan mengenai kampanye. Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) UIN Jakarta menetapkan jenis-jenis kampanye seperti melalui banner yang dipasang di sekitar kampus, melalui media cetak, elektronik, dan media sosial. Selain itu, BAWASLU juga membolehkan jenis kampanye seperti membagikan flyer dan bunga. BAWASLU berperan untuk mengawasi setiap tahap proses Pemilu, seperti menangani jenis-jenis pelanggaran, dan menyelesaikan sengketa.

Ketua BAWASLU, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), jurusan Hubungan Internasional (HI) semester tujuh, Aprilian Sena, menjelaskan, selama ini sudah ada bentuk-bentuk pelanggaran seperti pemalsuan nilai ketika verifikasi, black campaign, dan calon-calon yang tidak terima keputusan KPU. Aprilian juga menambahkan, mengenai pelanggaran, BAWASLU hanya memberikan Surat Peringatan (SP) kepada pelanggar. Pihak yang berhak memberikan sanksi yaitu Tim Independen yang dibentuk oleh pihak Dekanat dan Rektorat UIN Jakarta berdasarkan koordinasi dengan BAWASLU terlebih dahulu.

Mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) semester satu, Siti Rahmah Wahyuningtyas, mengaku, dirinya hanya mengetahui peran BAWASLU untuk mencegah kecurangan saat Pemira saja. Tyas juga menambahkan, dirinya kurang tertarik untuk mengikuti Pemira karena kurang mengetahui kepribadian dari calon-calon yang ada.





PEMIRA 2014, Pemilih Akan Di Beri Empat Kertas Suara


Untuk Disiarkan          : Jumat, 28 November 2014
Reporter                     : Rohima

Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) 2014, akan segera berlangsung. Pemungutan suara akan dilakukan disetiap fakultas, dan akan dilaksanakan pada tanggal satu desember mendatang. Berbagai rangkaian kegiatan, seperti debat calon kandidat telah selesai, sedangkan untuk masa kampanye sendiri akan berakhir hari ini.

Pada PEMIRA senin mendatang, pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara akan diberikan empat kertas suara. Menurut Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), jurusan Ilmu Politik, semester tujuh, Fadli Noor M. Azizi, seharusnya ada lima kertas suara yang diberikan, yakni kertas suara pemilihan ketua dan wakil ketua tingkat HMJ, DEMA Fakultas, DEMA SEMA Fakultas, DEMA Universitas, dan juga DEMA SEMA Universitas. Namun, karena calon untuk DEMA SEMA Universitas semuanya aklamasi, maka nanti hanya akan ada empat kertas suara yang akan diberikan kepada calon pemilih.


Sedangkan menurut mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), semester lima, Esti Mutia Hayati, mengaku belum banyak mengetahui tentang sistematika PEMIRA mendatang, dan nanti hanya akan mengikuti aturan yang ada. 

Rabu, 26 November 2014

Atribut Pemira Warnai Kampus Uin Jakarta

  
Untuk Disiarkan          : Kamis, 27 November 2014

Reporter                      : Dimas Bagus Laksono



            Jika diperhatikan beberapa hari belakangan ini, ada yang berbeda dengan penampilan beberapa fakultas di UIN Jakarta. Seperti di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi di sekitar taman fakultas terdapat beberapa banner besar dari para calon yang akan melaju di tingkat jurusan maupun fakultas. Tentunya banner-banner ini banyak mengundang perhatian dari pihak dosen maupun mahasiswa itu sendiri.

            Ketua Badan Pengawas Pemilu (BANWASLU) UIN Jakarta, yang juga mahasiswa jurusan Hubungan International, semester 7, Aprilian Senna menjelaskan, tidak ada aturan khusus mengenai atribut yang digunakan selama PEMIRA. Selama itu tidak menggangu aktifitas dan kepentingan publik pihak BANWASLU dan pihak KPU UIN Jakarta, tidak akan menegur terkait banner yang digunakan untuk media promosi tersebut. Aprilian menambahkan, atribut PEMIRA tersebut hanya berlaku sampai hari Jum’at tanggal 28 November saja. Setelah itu di tanggal 29 sampai 30 November digunakan sebagai masa tenang dan tidak ada lagi pemasangan banner di manapun.


            Sulistiya Ningsih, Mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, semester satu, mengatakan, atribut yang dipasang di fakultas cukup unik, karena ukurannya sangat besar. selain itu Sulis juga merasa lewat banner yang dipasang di fakultasnya, dirinya bisa mengenal dan tau tentang visi dan misi yang dibawa oleh masing-masing kandidat.