Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Tampilkan postingan dengan label Berita OPAK 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita OPAK 2015. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2015

Alur Pembagian Sertifikat OPAK 2015



Untuk Disiarkan          : Senin 7 September 2015
Reporter                      : Desi Eliska

Alur pembagian serifikat Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) pada tahun ini, berbeda dari tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, pembagian sertifikat dilakukan dengan mengadakan inagurasi akbar. Sementara pada tahun ini, alur pembagian sertifikat akan lebih terstruktur. DEMA-U sendiri akan mengeluarkan sertifikat pada Jumat mendatang, karena saat ini masih dalam tahap memverifikasi data mahasiswa terbaru tanggal 22 Agustus, yang ada di Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipanda). Jika ada mahasiswa baru yang baru mendaftar ulang setelah tanggal itu, maka harus melakukan konfirmasi ke DEMA-U, dengan membawa surat lampiran dari Dekan atau DEMA-F bahwa telah mengikuti OPAK. Hal ini dilakukan karena adanya arahan dari Rektor, di mana setiap sertifikat harus diberi nama satu per satu, agar tidak ada kecurangan bagi mahasiswa yg tidak mengikuti OPAK, dengan memfotocopy sertifikat tanpa nama.

Menurut Ketua Dewan Mahasiswa Universitas (DEMA-U), Muhammad Ulum, hal ini dilakukan karena melihat pengalaman tahun lalu, di mana pada inagurasi akbar, banyak sekali kekurangan yang terjadi. Seperti terlalu ramainya orang yang datang, konsumsi yang terbuang percuma, hingga banyak mahasiswa baru yang hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat.

Ulum menambahkan, sertifikat yang dikeluarkan oleh DEMA-U akan didistribusikan kepada Wakil dekan bidang Kemahasiswaan tiap fakultas. Setelah itu, akan di berikan ke Kabag TU fakultas, di mana para mahasiswa baru akan mengambil serifikatnya dan menandatangani bukti penerimaan serifikat OPAK.

Minggu, 30 Agustus 2015

Perayaan Kembang Api Tanpa Mahasiswa Baru


Untuk Disiarkan          : Senin, 31 Agustus 2015
Reporter                      : Desi Eliska

Ada yang berbeda dari kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) UIN Jakarta. Hari terakhir OPAK yaitu Jumat lalu, acara yang dijadwalkan selesai pada pukul delapan malam, harus dihentikan pukul empat sore, karena banyak mahasiswa baru yang jatuh sakit.

Hal ini berdampak pada banyaknya agenda kegiatan yang tidak sempat dilaksanakan, salah satunya yaitu perayaan kembang api. Perayaan tersebut seharusnya dilaksanakan di puncak acara bersama mahasiswa baru, untuk menandakan berakhirnya OPAK. Sayangnya, karena acara tidak berlanjut hingga malam hari, setelah panitia selesai melakukan evaluasi, panitia tetap malakukan perayaan kembang api, dan menutup OPAK dengan menyanyikan yel-yel tanpa adanya mahasiswa baru.

Menurut wakil ketua Dewan Mahasiswa Fakultas (DEMA-F), Aufar Rizki Yanuar, kejadian ini harus dijadikan pengalaman dan pembelajaran untuk OPAK tahun berikutnya. Untuk menghindari kegiatan acara yang sampai malam, mungkin untuk OPAK tahun depan, OPAK jurusan akan ditiadakan, agar kegiatan di fakultas dapat dioptimalkan, sehingga membuat mahasiswa baru tidak kelelahan.

OPAK Terakhir, Mahasiswa Baru FDIKOM “Tumbang”


Untuk Disiarkan          : Senin 31 Agustus 2015
Reporter                      : Nabila Puspa Asriyani

(Jum'at, 28/8) Suasana di Posko Kesehatan Mahasiswa Baru FDIKOM.
Orientasi Pengenalan Akademik dan  Kemahasiswaan (OPAK) yang berlangsung selama lima hari berturut-turut, akhirnya sampai pada hari terakhir pada Jumat kemarin. Di hari terakhir pula, satu persatu maba tumbang di Lobby Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM). Kurang lebih 30 maba mengalami mual, pusing hingga muntah. Hal ini membuat panitia kesehatan di FDIKOM membangun posko kesehatan secara mendadak, di Lobby Fakultas Ushuludin. Satu persatu maba yang kurang sehat dibawa ke posko tersebut, dan terdapat delapan mahasiswa dilarikan ke Rumah Sakit UIN Jakarta karena kondisi yang cukup parah. Dengan ini, pihak DEMA-F, maupun Badan Pengawas OPAK (Banwaspak) akhirnya membuat keputusan untuk menyudahi OPAK sampai pukul empat sore saja, yang seharusnya berakhir sampai pukul delapan malam. Pihak DEMA-F membenarkan peserta OPAK banyak yang jatuh pingsan karena mrasa kelelahan.

Dokter RS UIN Jakarta, dr.Pipit Pangaribuan, mengatakan, sejauh ini, pemeriksaan menyatakan penyebabnya adalah keracunan yang terdapat dalam makanan yang disediakan panitia, dan sebagian mahasiswa juga tumbang karena kelelahan. Hingga saat ini, keracunan masih belum dipastikan, karena sebagian mahasiswa FDIKOM juga masih banyak yang sehat.

Orang tua mahasiswa Prima Ayu, Kalsum Sumarsih, mengatakan, meski Prima sudah dipulangkan dari rumah sakit, kecemasan masih ada. Kalsum cemas karena keracunan yang dialami putrinya menimbulkan dampak berkepanjangan.

Dialog Terbuka Bersama Alumni KPI di Hari Terakhir OPAK


Untuk Disiarkan          : Senin 31 Agustus 2015
Reporter                      : Nabila Puspa Asriyani

(Jum'at, 28/8) Suasana Kegiatan Dialog Terbuka Bersama Alumni Jurusan KPI.


Jumat kemarin merupakan hari terakhir bagi mahasiswa baru (maba), menjalankan rangkaian acara Orientasi Pengenalan Akamdemik dan Kemahasiswaan (OPAK). Di hari jumat pula, OPAK dikhususkan untuk pengenalan setiap jurusan, Lembaga Seni Otonom (LSO) maupun komunitas. Di hari terakhir ini, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) menggelar Dialog terbuka bersama alumni KPI yang sudah bekerja di dunia pertelevisian maupun penyiaran. Dialog terbuka ini diisi seputar ilmu komunikasi, tujuan belajar komunikasi, hingga prospek lulusan ilmu komunikasi, serta pengalaman menjadi pekerja di bidang penyiaran dan komunikasi. Dalam acara yang berlangsung di Lobby FDIKOM ini, narasumber yang hadir adalah alumni KPI, Ahmad Ubaidilah sebagai asisten produser RCTI, dan Irma Septiana sebagai presenter TV Muhammadiyah. Ahmad Ubaidilah dan Irma juga menjelaskan bagaimana untuk membangun komunikasi cerdas, bagaimana proses komunikasi, serta kepekaan terhadap komunikasi.

Presenter TV Muhammadiyah, Irma Septiana, mengatakan, seluruh mahasiswa KPI harus bisa percaya diri dengan jurusan Ilmu Komunikasi, dan tidak merasa pilihan ini karena kecelakaan maupun paksaan. Maba juga harus mengasah kemampuan masing-masing, apalagi sekarang KPI mempunyai beberapa laboratorium, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi wadah belajar selama masih di UIN Jakarta.

Asisten Produser RCTI, Ahmad Ubaidillah, mengatakan, komunikasi tidak harus bicara, karena lapangan kerjanya luas, dan tidak hanya menjadi MC atau Reporter saja. Bicara itu bisa dilatih, dan yang terpenting adalah niat. Memepelajari semua itu bisa dimulai dengan biasakan bicara di depan cermin atau di depan orang pada saat presentase di kelas.

Maba jurusan KPI, Qurrata ‘Aini, mengatakan, jurusan ini belajar tentang aktivitas yang pasti selalu ada dalam kehidupan. Ilmu komunikasi juga menyediakan banyak bidang untuk orang-orang yang mau belajar menjadi kreatif dan berpikir anti mainstream.