Untuk
disiarkan : Kamis 13 November 2014
Reporter : Dimas Bagus Laksono
Pekan
pemilihan raya (PEMIRA) adalah puncak demokrasi yang ada di kampus UIN Jakarta.
Kegiatan pemira, sama seperti kegiatan pemilihan umum atau Pemilu yang beberapa
saat lalu baru saja kita laksanakan. PEMIRA tahun ini terlihat berbeda dengan PEMIRA
di tahun-tahun sebelumnya. Karena pada tahun ini, mahasiswa harus memilih
secara serempak pemimpin mereka yang ada di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ),
Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Dema F), Senat Mahasiswa Fakultas (Sema F)
maupun yang ada di Universitas yaitu Dema U dan Sema U. Mahasiswa hanya perlu
datang sesuai waktu yang telah ditentukan, dengan cukup membawa Kartu Tanda
Mahasiswa (KTM) maka hak untuk memilih pun sudah bisa dilaksanakan.
Mahasiwa
jurusan Biologi semester lima sekaligus Humas Komisi Pemipilihan Umum (KPU) UIN
Jakarta, Citra Kenanga, menjelaskan, PEMIRA adalah puncak demokrasi yang akan
dilaksanakan di kampus UIN Jakarta. Semua mahasiswa memiliki hak suara untuk
memilih dan menetukan pemimpin-pemimpim tertinggi di tingkat fakultas maupun
universitas. Citra juga menambahkan, sampai saat ini baru tiga fakultas yang
menyerahkan nama-nama calon pemimpin di tingkat Dema dan Sema fakultas, yaitu
fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruaan (FITK), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH),
dan fakultas Sains dan Teknologi (FST). Sedangkan, untuk tingkat jurusan dan
Dema maupun Sema Universitas belum ada yang menyerahkan berkas ke KPU UIN
Jakarta.
Mahasiswa
jurusan Perbandingan Agama semester satu, Endik Sudikna, mengatakan baru
mengetahui jika di kampus terdapat kegiatan pesta demokrasi seperti di
Indonesia yang beberapa waktu lalu terjadi. Endik juga berharap semoga PEMIRA
di kampus memang benar-benar menganut sistem yang jujur dan adil sehingga dapat
menjadi pembelajaran untuk seluruh mahasiswa.
0 komentar:
Posting Komentar