Untuk disiarkan : Kamis 20 November 2014
Reporter : Dimas Bagus Laksono
Baru beberapa hari setelah pengumuman kenaikan harga BBM
Bersubsidi, kini masyarakat sudah bisa merasakan secara nyata akibat kenaikannya
tersebut. Seperti dalam bidang transportasi publik. Semenjak kenaikan BBM
Bersubsidi tersebut, bebereapa perusahaan ORGANDA langsung mengambil langkah
cepat, yaitu dengan dinakkannya tarif ongkos penumpang.
Seperti yang ditemui kemarin sore, salah satu supir angkutan umum
D.01 jurusan Ciputat – Kebayoran, yang sedang menunggu penumpang di depan halte
kampus satu UIN
Jakarta, Budi Sudarsono, mengatakan, mulai dari kemarin ongkos tarif penumpang sudah
dinaikan sebesar Rp.1000. Kenaikan tarif ongkos ini memang bukan keputusan
resmi dari pihak ORGANDA Ciputat, tetapi sikap ini diambil sebab kenaikan harga
BBM Bersubsidi. Budi juga menambahkan, sampai saat ini belum ada tindakan mogok
kendaraan atas kenaikan harga BBM Bersubsidi tersebut, tetapi untuk
menyelamatkan setoran dan dapur, maka secara sepihak para supir sudah terlebih
dahulu menaikan ongkos tarif angkutan umum.
Mahasiswi
jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)
semester tujuh, Chintya Dewi, mengaku setuju dengan keputusan yang diambil
pemerintah. Cintya berpendapat, tentunya pemerintah sudah memikirkan apa saja
dampak yang ditimbulkan dari kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut untuk
masyarakat luas. Cintya juga berharap semoga dengan dinaikannya harga BBM
Bersubsidi memang bisa membantu pembangunan yang ada di Indonesia, terutama di bidang pendidikan.
0 komentar:
Posting Komentar