Untuk Disiarkan : Senin 24 November 2014
Reporter : M. Nurman Novian
Rakyat
Indonesia masih merasa diberatkan
dengan naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Naiknya BBM ini sudah pasti
mempengaruhi sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia.
Aksi protes, demonstrasi,
dan mogok kerja dari serikat buruh serta
aksi stop operasi angkutan umum semakin memperkeruh keadaan. Hari ke empat semenjak BBM dinaikkan, masih saja banyak aksi
yang pro kontra atas kenaikan BBM bersubsidi
tersebut, hal ini menuai berbagai tanggapan khususnya dari mahasiswa.
Mahasiswa
Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta Agung
Laksono mengungkapkan, meskipun ini sudah hari keempat BBM bersubsidi naik,
sangatlah wajar bila aksi kontra dari
berbagai kalangan khususnya menengah kebawah terus gencar dilakukan, mengingat harga kebutuhan pokok secara
otomatis ikut naik, dengan harga yang tentunya semakin mencekik rakyat kecil.
Mahasiswa
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta, Agik Purwanto, menambahkan,
sebenarnya yang melakukan aksi itu kebanyakan adalah rakyat berpendapatan
menengah. Kalangan menengah ini
merasa dirinya akan terancam terjebak pada lubang kemiskinan.
0 komentar:
Posting Komentar