Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Rabu, 19 November 2014

Presiden Jokowi Dinilai Salah Langkah

07.10 Posted by Newsroom rdk , No comments
Untuk disiarkan          :           Kamis 20 November 2014

Reporter                      :           Dimas Bagus Laksono


Senin malam kemarin, presiden terpilih Republik Indonesia Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi sebesar Rp. 2500,- untuk kelas premium, dan Rp. 2000,- untuk kelas solar. Kenaikan harga BBM bersubsidi ini diambil pemerintah dengan tujuan untuk membantu mengurangi beban hutang negara, selain itu juga pemerintah berpendapat, bahwa kanaikan ini merupakan langkah awal yang digunakan untuk perbaikan berbagai infrastruktur yang ada di negara ini.

Dosen Akutansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta Dr. Rini, M.Ak berpendapat, langkah yang diambil presiden dan pemerintah adalah salah besar. Sebab beberapa waktu lalu, BBM bersubsidi dinaikan karena memang harga minyak dunia sedang meroket tinggi, tetapi saat ini harga minyak dunia justru sedang turun, dan malahan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi tersebut, inilah tentunya yang mengundang kontroversi di kalangan masyarakat. Rini juga menambahkan, dengan dianaikannya harga BBM bersubsidi sudah pasti merugikan masyarakat miskin, sebab ketika BBM bersubsidi naik, secara otomatis harga kebutuhan pokok juga ikut naik. Ini tentunya akan semakin mempersulit kondisi masyarakat yang ada di Indonesia, khusunya dari golongan ekonomi lemah.

Muhammad Andika, mahasiswa jurusan agribisnis, semester tiga, mengatakan, seharusnya pemerintah juga memperbaiki sistem birokrasi yang ada di dalam kepemerintahan, jangan mengatasnamakan perbaikan infrastruktur pemerintah bisa langsung menaikan harga BBM bersubsidi. Andika juga menambahkan, ketika BBM bersubsidi sudah naik, sudah dipastikan masyarakat golongan miskin akan semakin sulit, dan mungkin bisa terjadi kelangkaan bahan pangan, akibat naiknya jumlah produksi yang harus dikeluarkan.


0 komentar:

Posting Komentar