Untuk disiarkan :
Rabu 10 Desember 2014
Reporter : Aldinah Rosmi
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Komisariat Dakwah (KOMDA)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), kemarin siang menggelar acara seminar
nasional dan bedah buku Belajar Dari Partai Masyumi yang diterbitkan oleh
penerbit Al-Kautsar. Acara yang berlangsung di Auditorium FISIP tersebut
menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Burhanudin Muhtadi (Pengamat Politik
UIN), Artawijaya selaku penulis buku Belajar dari Partai Masyumi, serta Dr.
Adhyaksa Dault (Mantan Menpora RI). Namun Dr. Adhyaksa Dault sakit dan akhirnya
berhalangan hadir, sehingga diwakilkan oleh Alfian Tanjung. Adapun pembahasan
utama dalam seminar kali ini yakni Mencari Role Model Partai Islam.
Dalam seminar tersebut, Burhanudin Muhtadi
mengatakan, pembelajaran yang dapat diambil dari partai Masyumi adalah semangat
pertukaran gagasannya, yakni dalam memutuskan sesuatu cenderung melalui perdebatan
intelektual. Sedangkan Artawijaya menuturkan, pembelajaran penting dari partai
Masyumi adalah selalu berusaha berjuang secara konstitusional dalam konteks
kesabaran, yaitu tidak merusak, tetapi tetap kritis terhadap penguasa dan tidak
lemah. Sementara itu, Alfian tanjung mengatakan bahwa Masyumi adalah realitas
sejarah dan Role Model sangat bisa dibangun dalam politik Islam saat ini.
Ketua Pelaksana Seminar, Ridwan Akbar, mengatakan,
sebenarnya panitia ingin mengangkat tema tentang presiden untuk menggiring
opini kepemimpinan Islam terkait pemilihan presiden (Pilpres) lalu. Namun
karena suatu kendala akhirnya diganti dengan tema Partai Islam ini. Disamping itu
Ridwan menuturkan, seminar dan bedah buku ini di sponsori oleh penerbit
Al-Kautsar. Namun tak disangka ternyata pemilik Al-Kautsar menghadiri langsung
acara ini, padahal niatnya hanya untuk publikasi buku pak Artawijaya yang kebetulan
di terbitkan oleh Al-Kautsar. Ridwan
menambahkan, antusias peserta luar biasa, bahkan ada beberapa peserta yang datang
dari luar kampus UIN Jakarta, seperti mahasiswa dari Universitas Paramadina dan
Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
0 komentar:
Posting Komentar