Untuk Disiarkan : Rabu 15 April 2015
Reporter : Siti Aisyah
Penyelenggaraan
Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA), berlangsung secara serempak
di Indonesia. UN tahun ini diselenggarakan secara online, yang diputuskan
Menteri Pendidikan. Namun, dalam pelaksanaannya, UN Online ini belum
dapat direalisasikan secara menyeluruh, karena keterbatasan fasilitas, dan
belum siapnya pemerintah daerah. Mahasiswa UIN Jakarta memberikan beberapa
pendapat mengenai pelaksanaan UN Online ini.
Mahasiswi Fakultas
Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
semester dua, Sri Nurbaiti Alqomariah, menanggapi pelalsanaan UN Online
ini memang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun, Sri
mengkhawatirkan bila terjadi masalah dalam koneksi, sehingga menghambat
jalannya ujian, karena fasilitas setiap sekolah berbeda. Pemerintah hendaknya
mempersiapkan dengan matang di setiap daerah, apalagi daerah pelosok.
Tanggapan lain
dari mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Komunikasi
Penyiaran Islam (KPI) semester dua, Istiqomah juga mengatakan, pelaksanaan UN Online
ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, UN Online dapat
menghemat kertas, karena tidak lagi menggunakan kertas yang rentan robek, rusak.
Dampak negatifnya, ditakutkan terjadi kesalahan, seperti error analisis
dalam penilaian, dan kesalahan pengisian oleh siswa.
0 komentar:
Posting Komentar