Untuk Disiarkan : Kamis 9 April 2015
Reporter : Lailaturahmah
Saat ini semakin marak peredaran
produk-produk palsu yang dimanipulasi oleh oknum-okum nakal. Tidak hanya
makanan, minuman, kosmetik, maupun handphone, tetapi oknum-oknum
tersebut juga memanfaatkan air zam-zam palsu, minyak zaitun, dan madu lokal.
Tingkat biaya hidup yang semakin tinggi menyebabkan banyak oknum nakal, memanfaatkan
kesempatan ini. Sebagai mahasiswa Indonesia yang berbasis Islam, bagaimana
tanggapan mahasiswa UIN Jakarta mengenai hal ini?
Berikut tanggapan salah satu
mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI)
semester dua, Siti Nur Hasanah, mengaku, hal tersebut sangat meresahkan dan
merugikan masyarakat. Air zam-zam merupakan air yang berasal dari Mekkah
langsung. Masyarakat membeli dan telah percaya dengan penjual-penjual lokal, tetapi
mendapatkan air zam-zam palsu. Hasanah berharap, oknum-oknum nakal seperti itu
segera ditindaklanjuti dan diberantas.
Adapula tanggapan salah satu
mahasiswa FDIKOM, jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) semester delapan,
Geri Farilan, mengatakan, air zam-zam yang asli dengan air putih biasa
sangatlah berbeda. Air zam-zam memiliki warna yang lebih bening dibandingkan
air putih biasa, dan dari rasanya saja air zam-zam memiliki rasa yang khas, berbeda
dengan air putih biasa. Geri berharap, oknum-oknum nakal segera dihentikan, dan
tidak memproduksi air zam-zam palsu, karena dapat membuat masalah. Jika
masyarakat Arab mengetahui hal ini, kemungkinan akan menimbulkan pertikaian di antara
umat Islam di Indonesia dengan umat Islam di Arab.
0 komentar:
Posting Komentar