Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Rabu, 08 April 2015

Tanggapan Mahasiswa Terkait Beredarnya Air Zam-Zam Palsu



Untuk Disiarkan          : Kamis 9 April 2015
Reporter                      : Lailaturahmah

Saat ini semakin marak peredaran produk-produk palsu yang dimanipulasi oleh oknum-okum nakal. Tidak hanya makanan, minuman, kosmetik, maupun handphone, tetapi oknum-oknum tersebut juga memanfaatkan air zam-zam palsu, minyak zaitun, dan madu lokal. Tingkat biaya hidup yang semakin tinggi menyebabkan banyak oknum nakal, memanfaatkan kesempatan ini. Sebagai mahasiswa Indonesia yang berbasis Islam, bagaimana tanggapan mahasiswa UIN Jakarta mengenai hal ini?

Berikut tanggapan salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM),  jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) semester dua, Siti Nur Hasanah, mengaku, hal tersebut sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Air zam-zam merupakan air yang berasal dari Mekkah langsung. Masyarakat membeli dan telah percaya dengan penjual-penjual lokal, tetapi mendapatkan air zam-zam palsu. Hasanah berharap, oknum-oknum nakal seperti itu segera ditindaklanjuti dan diberantas.

Adapula tanggapan salah satu mahasiswa FDIKOM, jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) semester delapan, Geri Farilan, mengatakan, air zam-zam yang asli dengan air putih biasa sangatlah berbeda. Air zam-zam memiliki warna yang lebih bening dibandingkan air putih biasa, dan dari rasanya saja air zam-zam memiliki rasa yang khas, berbeda dengan air putih biasa. Geri berharap, oknum-oknum nakal segera dihentikan, dan tidak memproduksi air zam-zam palsu, karena dapat membuat masalah. Jika masyarakat Arab mengetahui hal ini, kemungkinan akan menimbulkan pertikaian di antara umat Islam di Indonesia dengan umat Islam di Arab.


0 komentar:

Posting Komentar