Untuk Disiarkan : Selasa 19 Mei 2015
Reporter : Neneng Heryani
Kebijakan
pemerintah untuk kembali menaikan harga bahan bakar dinilai dapat meresahkan
masyarakat, karena kenaikan tersebut berdampak pada kenaikan harga pokok
lainnya. Namun, setelah mengeluarkan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) jenis pertamax, pada 15 Mei lalu, PT. Pertamina meralat pengumuman tersebut. Hal ini tentu membingungkan
masyarakat, sedangkan sudah banyak terjadi kenaikan harga bahan pokok lainnya
di sejumlah wilayah di Indonesia.
Mahasiswi
Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), jurusan Perbankan Syari’ah semester empat, Mutiara,
mengatakan, naik atau turunnya harga tentu menjadi hal yang wajar di setiap
negara. Namun, kasus yang terjadi di Indonesia tentang ketidakstabilan ekonomi,
tentu membawa dampak buruk bagi masyarakat. Apalagi, tahun ini Indonesia akan menghadapi
pasar terbuka. Oleh sebab itu, kebijakan pemerintah yang mengerti akan keadaan
masyarakat sangat berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Mahasiswi
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), konsentrasi Jurnalistik semester
dua, Ratu Aisyah, menuturkan, kurangnya ketegasan pemerintah dalam mengambil keputusan tentu
menjadi hal yang sangat merugikan rakyat Indonesia. Akibatnya, hal ini akan
mempersulit kehidupan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Ratu berharap,
pemerintah lebih mengerti dan memperhatikan kemakmuran bersama.
0 komentar:
Posting Komentar