Untuk Disiarkan : Senin, 12 Oktober 2015
Reporter :
Siti Aisyah
Jum’at kemarin merupakan
hari kedua Konferensi Internasional UIN
Jakarta, yang sekaligus menjadi penutup dari konferensi tersebut. Acara kemarin
masih dimulai dengan penyuguhan beberapa makalah dari para akademisi nasional
dan internasional, pada pagi hari sampai siang hari, kemudian dilanjut dengan
sidang pleno ke-dua dengan tema “Opportunities
and Challenges in Globalizing Southeast Asian Islam”. Penutupan Konferensi
Internasional ini pun berlangsung pada sore hari, di Auditorium Harun Nasution.
Pada penyuguhan
makalah jum’at kemarin, salah satu penyaji makalah dari akademisi luar, James
B.Hoesterey mengatakan, dalam makalahnya yang berjudul “Diplomacy,Soft Power and ‘Moderate Islam’ in indonesia’s Foreign
Ministry”, islam moderat Indonesia terbentuk secara politik dan kultural.
Watak islam yang moderat seperti ini melekat kuat pada masyarakat muslim
Indonesia. James menambahakan, dalam perjalanan islam yang moderat ini,
radikalisme oleh sebagian masyarakat muslim membuat citra ini sedikit bergeser.
Salah satu
mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Hubungan Internasional
semester satu, Zuraida Zein, mengatakan, dari makalah yang disajikan dan pleno
yang sudah dilaksanakan, tentunya sebagai umat muslim harus lebih baik lagi
dalam menunjukkan bahwa islam di Indonesia adalah islam yang moderat. Selain
itu, ada kaum muda untuk berperan aktif untuk menghadapi segala peluang dan
tantangan dalam islam.
0 komentar:
Posting Komentar