Untuk Disiarkan : Jumat 21 November 2014
Reporter : Rohima
Nama Malala
mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang-orang yang memiliki ketertarikan
terhadap isu-isu global, terutama tentang pendidikan bagi kaum perempuan.
Malala Yousafzai, merupakan seorang gadis kelahiran 12 Juli 1997 yang juga
seorang murid sekolah dan aktivis pendidikan dari Kota Mingora di Distrik Swat, Pakistan.
Malala sangat
gencar untuk melakukan kampanye mengenai pentingnya pendidikan bagi kaum
perempuan. Hal ini dilakukan oleh Malala karena di daerah tempatnya tinggal,
anak perempuan tidak diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Di awal
tahun 2009, Malala untuk pertama kalinya menulis di blog,
dengan nama samaran untuk BBC. Dalam blog tersebut Malala menuliskan betapa
mengerikannya hidup di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai
lembah, dan pandangannya tentang pendidikan bagi kaum perempuan.
Atas segala
keberaniannya menentang pemerintahan Taliban mengenai pendidikan bagi kaum perempuan,
pada tanggal sembilan Oktober 2012, Malala ditembak di kepala dan leher dalam
upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata Taliban.
Penembakan ini terjadi di bus saat Malala pulang sekolah. Malala mendapatkan
pengobatan di Inggris, dan akhirnya nyawa Malala dapat diselamatkan. Perjuangan Malala menghasilkan penghargaan
Nobel. Malala bersama dengan Kailash Styathi pada Oktober 2014 ini mendapatkan
penghargaan Nobel dalam bidang Perdamaian. Penghargaan ini diberikan untuk
segala perjuangan mereka dalam melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta
untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka.
Menurut salah
satu bagian dari 500 muslim yang berpengaruh di dunia, Irfan Amalee, Malala
merupakan sosok seorang gadis yang sangat tangguh. Malala berani tampil sebagai
seseorang yang berjuang untuk kelangsungan pendidikan anak perempuan di Swat,
walaupun hal ini bertentangan dengan budaya di daerah sana.
Sedangan
menururt mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) jurusan Manajemen Dakwah semester tiga yang ditemui dalam acara bedah buku I Am Malala
kemarin, Lailatul
Jannah, Malala seperti sosok Ibu Kartini yang ada di Indonesia. Mereka
sama-sama memperjuangan hak perempuan. Laila juga menambahkan, Malala adalah
seorang pejuang yang sangat menginspirasi.
0 komentar:
Posting Komentar