Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Rabu, 08 April 2015

HMJ PMI Menyelenggarakan Nonton Bareng “Samin Vs Semen”



Untuk Disiarkan          : Kamis, 10 April 2015
Reporter                      : Nabila Puspa Asriyani

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Departemen Komunikasi Eksternal, kemarin menyelenggarakan nonton bareng “Samin Vs Semen”, di ruang teater lantai enam FDIKOM pukul 15.00-16.30 WIB. Samin Vs Semen, potret perlawanan terhadap pendirian pabrik semen. Belum usai masalah pendirian pabrik Semen oleh PT SMS, berbagai bentuk perlawanan dan protes terus muncul dari warga penghuni pegunungan Kendeng. 

Demo besar-besaran menolak kebijakan Bupati Pati yang menyetujui pendirian pabrik semen, rupanya masih belum ada titik terang. Hal ini membuat seorang dokumenter Ekspedisi Biru bernama Dandhy Laksono, mendukung pergerakan masyarakat adat sedulur singkep (samin) untuk menolak pedirian pabrik semen lewat film dokumenter. Dalam dokumenter yang berjudul "Samin vs Semen" ini, Dandhy Laksono memperlihatkan seberapa kerasnya warga Samin dalam memperjuangkan keindahan pegunungan Kendeng, serta menolak rencana pendirian pabrik semen. Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk menjalin tali silaruhami antar mahasiswa FDIKOM, dan menanamkan nilai-nilai moral di film dokumenter ini.

Wakil Presiden HMJ PMI, Putri M.S, mengatakan, peran mahasiswa sebagai egent of change dalam hal ini harus dimainkan. Pemerintah harus membuka mata lebar-lebar. Kasus seperti ini tidak hanya terjadi di Pati saja, freeport di Papua juga belum selesai. Kalau bukan mahasiswa yang bergerak, siapa lagi? Peran mahasiswa untuk rakyat di mana? Putri berharap, dengan diputarnya film dokumenter ini, bisa membuat mahasiswa sadar permasalahan yang ada di Indonesia dan cepat bertindak.

Presiden Kesejahteraan Sosial (KESSOS), Dimas A.D, mengatakan, program HMJ PMI sangat bagus. Kesadaran mahasiswa tentang isu permasalahan sosial sudah sangat minim. Semoga film yang diputar bisa menyadarkan sikap mahasiswa yang hedonisme. Dimas menambahkan, sebagai mahasiswa harus peka dengan keadaan Indonesia, yang sebenarnya dijajah oleh negeri sendiri, dengan oknum-oknum tertentu. Dimas juga berharap, sikap kritis mahasiswa tentang permasalahan sosial di Indonesia perlu ditanamkan.

0 komentar:

Posting Komentar