Untuk Disiarkan : Kamis, 10 April 2015
Reporter : Nabila Puspa Asriyani
Himpunan Mahasiswa
Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Departemen Komunikasi
Eksternal, kemarin menyelenggarakan nonton bareng “Samin Vs Semen”,
di ruang teater lantai
enam FDIKOM pukul 15.00-16.30 WIB. Samin Vs Semen,
potret perlawanan terhadap pendirian pabrik semen. Belum usai masalah
pendirian pabrik Semen oleh PT SMS, berbagai bentuk perlawanan dan protes terus
muncul dari warga penghuni pegunungan Kendeng.
Demo besar-besaran
menolak kebijakan Bupati Pati yang menyetujui pendirian pabrik semen, rupanya masih belum
ada titik terang. Hal ini membuat seorang dokumenter Ekspedisi Biru bernama
Dandhy Laksono, mendukung pergerakan masyarakat adat sedulur
singkep (samin) untuk menolak pedirian pabrik semen lewat film dokumenter.
Dalam dokumenter yang berjudul "Samin vs Semen" ini, Dandhy Laksono
memperlihatkan seberapa kerasnya warga Samin dalam memperjuangkan keindahan
pegunungan Kendeng, serta menolak rencana pendirian pabrik semen.
Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk menjalin tali silaruhami antar
mahasiswa FDIKOM, dan menanamkan nilai-nilai moral di film dokumenter ini.
Wakil Presiden HMJ
PMI, Putri M.S, mengatakan, peran
mahasiswa sebagai egent of change dalam
hal ini harus dimainkan. Pemerintah harus membuka mata lebar-lebar. Kasus
seperti ini tidak hanya terjadi di Pati saja, freeport di Papua juga
belum selesai. Kalau bukan mahasiswa yang bergerak, siapa lagi? Peran mahasiswa
untuk rakyat di mana? Putri berharap, dengan diputarnya film
dokumenter ini, bisa membuat mahasiswa sadar permasalahan yang ada di Indonesia
dan cepat bertindak.
Presiden Kesejahteraan
Sosial (KESSOS), Dimas A.D,
mengatakan, program
HMJ PMI sangat bagus. Kesadaran mahasiswa tentang isu permasalahan sosial sudah
sangat minim. Semoga film yang diputar bisa menyadarkan sikap
mahasiswa yang hedonisme. Dimas menambahkan, sebagai mahasiswa harus
peka dengan keadaan Indonesia, yang sebenarnya dijajah oleh negeri sendiri,
dengan oknum-oknum
tertentu. Dimas juga berharap, sikap kritis mahasiswa tentang permasalahan
sosial di Indonesia perlu ditanamkan.
0 komentar:
Posting Komentar