Untuk Disiarkan : Kamis 10 April 2015
Reporter : Nabila Puspa Asriyani
Setiap hari, ada saja dua sampai enam
kunci motor mahasiswa UIN Jakarta
yang masih tertinggal di motor. Patroli Satuan Pengamanan
(Satpam) sekitar UIN Jakarta telah membuktikan. Selain mahasiswa yang memarkir
motor berantakan, kunci yang menggantung di motor maupun bawah jok sudah
menjadi hal biasa di UIN Jakarta. Kejahatan
pencurian motor yang tiga bulan lalu terjadi, dikhawatirkan akan terulang. Jika
ada kunci motor yang masih menggantung, petugas keamaan mencabut kunci, dan mencatat nomor
polisi setelah itu diamankan di pos satpam.
Petugas keamanan Fakultas Dakwah dan
Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Nursyadi mengatakan, alasan terburu-buru mahasiswa
sering dilontarkan. Padahal, petugas keamanan selalu mengingatkan mahasiswa, agar tidak lupa mencabut kunci motornya.
Nursyadi berharap, mahasiswa bisa datang tepat waktu, agar tidak terburu-buru
dan akhirnya meninggalkan kunci.
Mahasiswa FDIKOM, jurusan Komunikasi
dan Penyiaran Islam (KPI), semester dua, Febriyanto, yang juga salah satu
mahasiswa lupa mencabut kunci motor mengatakan, karena panik, faktor telat dan
dosen galak menjadi alasan lupa mencabut kunci. Febri menambahkan, beruntungnya
satpam selalu patroli, jadi motor insya Allah aman.
Mahasiswa lainnya, Niken Ayu Latifah,
mengatakan, kebanyakan mahasiswa mungkin menganggap ini biasa saja. Mahasiswa
berpikir satpam selalu mencabut kunci motor jika patroli. Padahal, kemungkinan
yang tidak diinginkan bisa terjadi kapan
saja.
0 komentar:
Posting Komentar