Untuk Disiarkan : Kamis 16 April 2015
Reporter : Nabila Puspa Asriyani
Pada dasarnya, permasalahan sampah tidak bisa dihindarkan dari
kehidupan sehari-hari. Sampah yang berada di lingkungan UIN Jakarta, khususnya
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), merupakan cerminan perilaku mahasiswa
yang kurang peduli terhadap bahaya pencemaran lingkungan. Setiap hari, ada saja
sampah seperti minuman kaleng, botol minum, makanan ringan, kopi yang tumpah, putung rokok, dan sampah-sampah plastik lainnya, menjadi pandangan yang biasa di lobby FDIKOM. Hal ini tidak mencerminkan
sifat Islami, yaitu Kebersihan sebagian dari Iman. Kebanyakan mahasiswa menghiraukan kebersihan lingkungan di sekitarnya. Walapun di setiap
kampus ada petugas
kebersihan, para mahasiswa perlu peka akan
lingkungan di sekitar mereka. Untuk itu, diperlukan kesadaran bagi setiap mahasiswa akan
kebersihan lingkungan kampus, khususnya gedung FDIKOM.
Petugas kebersihan FDIKOM, Yosi, mengatakan, setiap sore lobby FDIKOM
seperti tempat pembuangan sampah. Kopi yang tumpah, puntung roko dan sampah
plastik di mana-mana. Mahasiswa yang menongkrong seperti
tidak peduli. Yosi berharap, meskipun ada petugas kebersihan, semoga mahasiswa semakin sadar tentang
kebersihan di lingkungan lobby FDIKOM.
Mahasiwa FDIKOM, jurusan Komunikasi dan Penyiaran
Islam (KPI), semester dua, Dhea, mengatakan, lobby FDIKOM sangat kotor. Dengan keadaan seperti itu tidak mencerminkan bahwa itu adalah
lobby fakultas, lebih cocok disebut tempat umum. Dhea menambahkan, hendaknya mahasiswa malu dengan predikat Islam,
tapi untuk kebersihan saja masih belum ada kesadaran.
0 komentar:
Posting Komentar