Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Minggu, 17 Mei 2015

Pandangan Mahasiswa Mengenai Buku Cetak dan Elektronik



Untuk Disiarkan          : Senin 18 Mei 2015
Reporter                      : Lailaturahmah

Saat ini, masa depan buku cetak hampir tergantikan dengan buku-buku elektronik atau e-book, yang semakin beragam variasinya. Namun, peringatan hari buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei kemarin, merupakan sebuah bukti bahwa buku cetak tidak akan pernah tergantikan oleh e-book. Seperti pernyataan salah satu sastrawan Italia, penulis novel In the Name of Rose, Umberto Eco, yang masih sangat optimistis dengan masa depan buku cetak. Menurut Eco, era buku cetak tak akan tergantikan oleh buku-buku elektronik. Terkait hal tersebut, bagaimana pandangan mahasiswa terkait buku cetak dan elektronik?

Berikut pernyataan salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), konsentrasi Jurnalistik semester dua, Niswah, mengaku, lebih suka menggunakan buku cetak dibandingkan dengan e-book, karena tidak terbiasa menggunakan e-book. Selain itu, e-book juga harus menggunakan scroll di setiap lembarnya, dan e-book tidak memiliki halaman sehingga menyulitkan para pembacanya. Niswah menyatakan, buku cetak lebih efektif dibandingkan dengan e-book. Meskipun ribet, tetapi dalam hal membaca, pembaca masih dapat menggunakan pembatas sebagai penanda bacaan, jika tidak dapat diselesaikan pada saat itu juga. Sedangkan e-book, harus selesai pada setiap babnya. Jika tidak dapat diselesaikan pada saat itu juga, harus scroll ulang dari awal, dan sangat membosankan jika mengulangnya dari awal.

Adapula pernyataan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) semester akhir, Amel, mengatakan, buku merupakan salah satu hal penting dan diperlukan oleh banyak kalangan, terutama mahasiswa. Sebagai mahasiswa akhir yang harus menyelesaikan skripsinya, Amel lebih memilih menggunakan buku cetak dibandingkan e-book, untuk dijadikan referensi yang lebih pasti dan lebih jelas.

Adapula pernyataan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), jurusan Hubungan Internasional  (HI) semester empat, Desi, menyatakan, e-book lebih praktis dibandingkan buku cetak dalam segi kenyamanan. Namun, dalam segi keabsahannya, buku cetak lebih pasti dan terpercaya. E-book lebih mudah diakses, tetapi lebih melelahkan mata.

0 komentar:

Posting Komentar