Reporter : Nabila Puspa Asriyani
Dosen merupakan
salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan
dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.
Sebagai pengajar, dosen bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang diajarkannya.
Dosen juga memiliki definisi yang sangat luas, yaitu mengajar dan mendidik
mahasiswa sebagai penerus generasi bangsa. Di UIN Jakarta, mahasiswa Fakultas
Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) rupanya mempunyai penilaian yang rendah
terhadap dosen. Oleh karena itu, dosen harus memperbaiki kinerjanya. Berikut
prestasi dosen FDIKOM berdasarkan survei melalui angkatan 2011 sampai 2014
terhadap dosen.
Kategori paling
sedikit menghadiri kelas:
Peringkat
Pertama : Dosen U, mata kuliah
Hadis, dengan 208 suara
Peringkat Ke dua : Dosen D, mata kuliah Ilmu Komunikasi,
dengan 188 suara
Peringkat Ke
tiga : Dosen J, mata kuliah Ilmu
Komunikasi, dengan 178 suara
Kategori cara
mengajar yang paling sulit dimengerti:
Peringkat
Pertama : Dosen B, mata kuliah
Bahasa Arab, dengan 198 suara
Peringkat Ke dua : Doesn Y, mata kuliah Bahasa Inggris,
dengan 191 suara
Peringkat Ke
tiga : Dosen H, mata kuliah Civic
Education, dengan 184 suara
Kategori paling
tidak bisa menerima saran dan kritik mahasiswa:
Peringkat
Pertama : Dosen Y, mata kuliah
Bahasa Inggris, dengan 193 suara
Peringkat Ke dua : Dosen B, mata kuliah Bahasa Arab,
dengan 172 suara
Peringkat Ke tiga : Dosen R, mata kuliah Ilmu Komunikasi, dengan
165 suara
Kategori paling
tidak pernah menghargai usaha mahasiswa:
Peringkat
Pertama : Dosen B, mata kuliah
Bahasa Arab, dengan 113 suara
Peringkat Ke dua : Dosen H, mata kuliah Civic Education,
dengan 101 suara
Peringkat Ke
tiga : Dosen U, mata kuliah Hadis,
dengan 78 suara
Kategori paling
sering telat menghadiri kelas:
Peringkat
Pertama : Dosen H, mata kuliah Civic
Education, dengan 201 suara
Peringkat Ke dua :
Dosen N, mata kuliah Hadis, dengan 179 suara
Peringkat Ke
tiga : Dosen RB, mata kuliah Ilmu
Komunikasi, demgam 156 suara
Kategori paling
tidak transparan tentang penilaian:
Peringkat
Pertama : Dosen B, mata kuliah
Bahasa Arab, dengan 180 suara
Peringkat Ke dua : Dosen T, mata kuliah Bahasa Arab,
dengan 177 suara
Peringkat Ke
tiga : Dosen D, mata kuliah
Komputer, dengan 155 suara
Paling tidak
berpengaruh dalam menambah wawasan:
Peringkat
Pertama : Dosen U, mata kuliah
Hadis, 158 suara
Peringkat Ke dua : Dosen B, mata kuliah Bahasa Arab,
dengan 134 suara
Peringkat Ke
tiga : Dosen H, mata kuliah Civic
Education, dengan 98 suara
Dekan FDIKOM,
Drs. Arief Subhan,MA., mengatakan, mahasiswa mempunyai hak untuk mengevaluasi
dosen, karena itu penting untuk melakukan perbaikan kinerja dosen. Hal ini juga
difasilitasi oleh form penilaian dosen di Academic Informastion Student (AIS). Jika
mahasiswa menilai dosen hanya pada hasil ujian selama semester, berarti
mahasiswa hanya melihat dari subjektifitasnya, tidak secara keseluruhan. Hal
ini merupakan penilaian yang tidak adil terhadap dosen. Seharusnya, interaksi
di kelas antara mahasiswa, dan dosen serta peran dosen dalam meluangkan waktu
untuk mahasiswa menjadi penilaian. Mahasiswa harus melihat setiap aspek secara
keseluruhan dalam menilai dosen, tidak hanya dilihat melalui pengalaman
mahasiswa di ujian akhir terhadap dosen tersebut.
Mahasiswa
FDIKOM, jurusan Komunikasi Penyiaran Islan (KPI), Ozi, mengatakan, dosen FDIKOM
banyak yang lucu, galak, baik, pelit nilai, dan tidak menghargai usaha
mahasiswa. Ozi menambahkan, dalam mengajar, seharusnya dosen menggunakan cara
mengajar yang tidak monoton. Tetapi, sebagai mahasiswa, Ozi sangat menghormati
dosen yang sudah banyak memberikan ilmu.
0 komentar:
Posting Komentar