Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Kamis, 14 Mei 2015

Prestasi Mengagumkan Dosen FDIKOM

Untuk Disiarkan          : Jum’at 15 Mei 2015
Reporter                      : Nabila Puspa Asriyani

Dosen merupakan salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Sebagai pengajar, dosen bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang diajarkannya. Dosen juga memiliki definisi yang sangat luas, yaitu mengajar dan mendidik mahasiswa sebagai penerus generasi bangsa. Di UIN Jakarta, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) rupanya mempunyai penilaian yang rendah terhadap dosen. Oleh karena itu, dosen harus memperbaiki kinerjanya. Berikut prestasi dosen FDIKOM berdasarkan survei melalui angkatan 2011 sampai 2014 terhadap dosen.

Kategori paling sedikit menghadiri kelas:
Peringkat Pertama       : Dosen U, mata kuliah Hadis, dengan 208 suara
Peringkat Ke dua        : Dosen D, mata kuliah Ilmu Komunikasi, dengan 188 suara
Peringkat Ke tiga        : Dosen J, mata kuliah Ilmu Komunikasi, dengan 178 suara

Kategori cara mengajar yang paling sulit dimengerti:
Peringkat Pertama       : Dosen B, mata kuliah Bahasa Arab, dengan 198 suara
Peringkat Ke dua        : Doesn Y, mata kuliah Bahasa Inggris, dengan 191 suara
Peringkat Ke tiga        : Dosen H, mata kuliah Civic Education, dengan 184 suara

Kategori paling tidak bisa menerima saran dan kritik mahasiswa:
Peringkat Pertama       : Dosen Y, mata kuliah Bahasa Inggris, dengan 193 suara
Peringkat Ke dua        : Dosen B, mata kuliah Bahasa Arab, dengan 172 suara
Peringkat Ke tiga        : Dosen R, mata kuliah Ilmu Komunikasi, dengan 165 suara

Kategori paling tidak pernah menghargai usaha mahasiswa:
Peringkat Pertama       : Dosen B, mata kuliah Bahasa Arab, dengan 113 suara
Peringkat Ke dua        : Dosen H, mata kuliah Civic Education, dengan 101 suara
Peringkat Ke tiga        : Dosen U, mata kuliah Hadis, dengan 78 suara        
           
Kategori paling sering telat menghadiri kelas:
Peringkat Pertama       : Dosen H, mata kuliah Civic Education, dengan 201 suara
Peringkat Ke dua        :  Dosen N, mata kuliah Hadis, dengan 179 suara 
Peringkat Ke tiga        : Dosen RB, mata kuliah Ilmu Komunikasi, demgam 156 suara

Kategori paling tidak transparan tentang penilaian:
Peringkat Pertama       : Dosen B, mata kuliah Bahasa Arab, dengan 180 suara
Peringkat Ke dua        : Dosen T, mata kuliah Bahasa Arab, dengan 177 suara
Peringkat Ke tiga        : Dosen D, mata kuliah Komputer, dengan 155 suara

Paling tidak berpengaruh dalam menambah wawasan:
Peringkat Pertama       : Dosen U, mata kuliah Hadis, 158 suara
Peringkat Ke dua        : Dosen B, mata kuliah Bahasa Arab, dengan 134 suara
Peringkat Ke tiga        : Dosen H, mata kuliah Civic Education, dengan 98 suara

Dekan FDIKOM, Drs. Arief Subhan,MA., mengatakan, mahasiswa mempunyai hak untuk mengevaluasi dosen, karena itu penting untuk melakukan perbaikan kinerja dosen. Hal ini juga difasilitasi oleh form penilaian dosen di Academic Informastion Student (AIS). Jika mahasiswa menilai dosen hanya pada hasil ujian selama semester, berarti mahasiswa hanya melihat dari subjektifitasnya, tidak secara keseluruhan. Hal ini merupakan penilaian yang tidak adil terhadap dosen. Seharusnya, interaksi di kelas antara mahasiswa, dan dosen serta peran dosen dalam meluangkan waktu untuk mahasiswa menjadi penilaian. Mahasiswa harus melihat setiap aspek secara keseluruhan dalam menilai dosen, tidak hanya dilihat melalui pengalaman mahasiswa di ujian akhir terhadap dosen tersebut.

Mahasiswa FDIKOM, jurusan Komunikasi Penyiaran Islan (KPI), Ozi, mengatakan, dosen FDIKOM banyak yang lucu, galak, baik, pelit nilai, dan tidak menghargai usaha mahasiswa. Ozi menambahkan, dalam mengajar, seharusnya dosen menggunakan cara mengajar yang tidak monoton. Tetapi, sebagai mahasiswa, Ozi sangat menghormati dosen yang sudah banyak memberikan ilmu.

0 komentar:

Posting Komentar