Untuk Disiarkan : Selasa 10 November 2015
Reporter : Muhammad
Fadly Dzil Iqbal
Fakultas
Ushuluddin (FU) menggelar Konsorium Program Studi (Prodi)
dengan tema “Implementasi
Kurikulum Berbasis KKNI Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)”. Narasumber yang hadir adalah Dekan
FU Prof Dr Masri Mansoer M.Ag, dan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Prof Dr
M Ikhsan Tanggok M. Si, serta segenap civitas akademik FU UIN
Jakarta. Workshop ini menghasilkan keputusan perubahan kurikulum di seluruh
Prodi S1,
yaitu Perbandingan Agama, Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam (AFI),
Ilmu Tasawuf (IT), Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) dan Ilmu Hadis (IH), yang mulai
diberlakukan pada tahun ajaran 2016/2017. Mata kuliah yang semula
berbobot tiga sks diubah menjadi dua sks, yang
mengambil beban kurikulum minimal 144 SKS dan maksimal 150 SKS.
Dekan FU, Prof. Dr.
Masri Mansoer M.Ag. mengatakan, workshop
ini bertujuan untuk memperbaiki sistem kurikulum yang selama ini dianggap
tumpang tindih, dan terlalu meluasnya matakuliah yang tidak sinkron dengan
masing-masing prodi di FU.
Prof Masri menambahkan, dengan adanya workshop ini, para dosen bisa bersama-sama memberi rumusan
dalam perbaikan kurikum untuk masa depan FU yang lebih baik.
Sementara itu, salah satu peserta workshop,
Putri Devani mengatakan, yang Putri tangkap dari workshop ini adalah tentang aturan sesuai dengan keputusan Rektor UIN Jakarta, bahwa jumlah Sistem Kredit Semester (SKS) untuk
program Strata Satu (S1) minimal 144 SKS, sedangkan untuk program
Magister (S2) 36 SKS. Putri berharap, semoga dengan diadakannya
kebijakan baru ini, FU bisa
lebih baik lagi kedepannya.
0 komentar:
Posting Komentar