Reporter :
Nabila Puspa Asriyani
Tahun ini, hari batik nasional memasuki tahun ke
tujuh. Masyarakat Indonesia biasanya merayakan dengan menggunakan batik. Tak
mau kalah, di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Himpunan Mahasiswa
Jurusan (HMJ), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Departemen Sosial dan Budaya
(SOSBUD), membuat program kerja menggunakan batik setiap hari rabu yang mulai diterapkan
kemarin. Nuansa batik pun terasa ketika memasuki gedung FIDIKOM. Batik
Indonesia dinilai sarat dengan teknik, simbol dan budaya yang tidak lepas dari
kehidupan masyarakat.
Mahasiswi jurusan KPI semester empat, Sekertaris Departemen SOSBUD,
mengatakan, tujuan pelaksaan proker ini ingin
menumbuhkan kembali kesadaran teman-teman akan budaya yang dimiliki. Contoh
kecilnya dengan cara menggunakan batik setiap hari rabu untuk mahasiswa aktif KPI. Selain itu, program kerja ini merupakan tanggung jawab dalam
departemen SOSBUD.
Menurut mahasiswi
jurusan KPI semester dua, Dhea Hastika, dengan memakai batik itu lebih dapat
menandakan bahwa seseorang cinta batik Indonesia yang sangat
beragam. Dengan memakai batik, kebudayaan Indonesia terutama batik tidak akan
diakui oleh Negara lain. Dhea juga berharap, pemakaian batik ini tidak hanya
dilaksanakan di jurusan KPI saja, tetapi juga
jurusan lain.
Mahasiswa KPI lainnya, Donny Erlambang Ressu, berpendapat, inovasi seperti ini sangat bagus. Selain untuk melestarikan
budaya batik di Indonesia, juga
membuat mahasiswa cinta terhadap karya dari negara Indonesia, dan membuat rasa bangga bagi yang memakai. Donny
menambahkan, di FDIKOM
terdapat jurusan
Kesejahteraan Sosial (KESOS) yang telah lebih dulu melestarikan budaya memakai
batik di kampus setiap hari Jumat. Hal-hal seperti ini bisa memacu
jurusan-jurusan lain terutama di FDIKOM.
0 komentar:
Posting Komentar