Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Rabu, 29 Desember 2021

-KEMENKES- R-I UMUMKAN 47 KASUS VIRUS VARIAN OMICRON/ MASYARAKAT DIIMBAU WASPADA

UNTUK DISIARKAN: JUMAT 31 DESEMBER 2021

REPORTER: JUVA SALMA CHOTIKA

 

PENYEBARAN VARIAN VIRUS OMICRON KEMBALI MELUAP DI INDONESIA// KEMENTERIAN KESEHATAN -KEMENKES- R-I PADA SELASA KEMARIN MENGUMUMKAN TERDAPAT 47 KASUS// PEMERINTAH TERUS MENYELIDIKI KASUS PENYEBARAN TERSEBUT YANG DIBANTU LANGSUNG MELALUI APLIKASI PEDULI LINDUNGI/ YANG TELAH BERHASIL MENDETEKSI MASYARAKAT YANG TERJANGKIT VARIAN OMICRON//

ANGGOTA CENTER FOR INDONESIA MEDICAL STUDENT ACTIVITIES -CIMSA- DAN MEDICAL RESEARCHER COMMUNITY -MERCY- OF FAKULTAS KEDOKTERAN F-K -UIN-JAKARTA/ DWI HANDAYANI MENYATAKAN/ MENINGKATNYA KASUS OMICRON DI INDONESIA MENJADI P-R BERSAMA/ BAIK DARI TENAGA KESEHATAN DAN SEMUA PIHAK TANPA TERKECUALI// MENURUTNYA/ UNTUK MENDETEKSI OMICRON HARUS DILAKUKAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN BEBERAPA TAHAPAN LAINNYA/ SEPERTI P-C-R UNTUK PENEGAKAN DIAGNOSIS DARI VARIAN OMICRON/ BUKAN DENGAN APLIKASI SEMATA// APLIKASI PEDULI LINDUNGI MENUNJUKKAN KOLERASI ANTARA DATA YANG TELAH DITERIMA OLEH PEMERINTAH DARI TENAGA KESEHATAN/ DAN PARA AHLI EPIDEMIOLOGI TENTANG PERSEBARAN -COVID- VARIAN OMICRON// MAKA/ -PROKES- DAN KEPATUHAN TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI PEDULI LINDUNGI PERLU DITINGKATKAN// SELAIN ITU/ MASYARAKAT HARUS PANDAI MEMFILTERISASI INFORMASI/ AGAR TIDAK TERMAKAN BERITA HOAX/ SEHINGGA DAPAT MEWUJUDKAN INDONESIA BEBAS -COVID-//

MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI F-D-I-KOM/ JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM K-P-I/ SEMESTER TIGA/ BAGUS GUNAWAN MENYAMPAIKAN/ ADANYA VARIAN OMICRON YANG MELUAS TENTU MENJADI KERESAHAN BAGI MASYARAKAT// NAMUN/ KERESAHAN TERSEBUT TIDAK DIBARENGI DENGAN MENJAGA -PROKES- YANG KETAT// DIRINYA MENAMBAHKAN/ APLIKASI PEDULI LINDUNGI SANGAT MEMBANTU PEMERINTAH UNTUK MEMANTAU MALL DAN TEMPAT UMUM MANA SAJA YANG MENGGUNAKAN APLIKASI TERSEBUT/ GUNA MENCEGAH PENYEBARAN -COVID- 19 TERUTAMA VARIAN OMICRON// NAMUN/ PERLU ADANYA TAHAPAN LEBIH LANJUT/ AGAR LEBIH MUDAH MEMANTAU PENYEBARAN YANG TERJADI///

KASUS KEKERASAN TAKSI ONLINE: INSTANSI DIHARAPKAN LAKUKAN PENGAWASAN PADA KARYAWAN

UNTUK DISIARKAN: JUMAT 31 DESEMBER 2021

REPORTER: SUBANDI

 

BELAKANGAN INI/ ISU KEKERASAN PADA PEREMPUAN TERJADI PADA PENUMPANG TAKSI ONLINE// PEREMPUAN TERSEBUT MENERIMA KEKERASAN DARI SANG SOPIR YANG DIDUGA KESAL/ KARENA PEREMPUAN TERSEBUT MUNTAH// PERSOALAN TERSEBUT MENGINDIKASIKAN/ BELUM CUKUP SEBUAH INSTANSI MEMENTINGKAN KEMAMPUAN SAJA DALAM MEREKRUT KARYAWAN/ GUNA MENJAGA EKSISTENSI DAN MEMENUHI KEPENTINGANNYA//

MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN F-U/ JURUSAN ILMU AL-QUR'AN DAN TAFSIR/ SEMESTER LIMA/ MUHAMMAD AJRIL MUALLY MENGUNGKAPKAN/ DALAM SEBUAH INSTANSI KETIKA MEREKRUT KARYAWAN/ SEHARUSNYA TIDAK HANYA SKILL YANG DILIHAT/ TETAPI JUGA ATTITUDE// MENCUATNYA KASUS TERSEBUT/ BERPOTENSI MENGUBAH STIGMA MASYARAKAT PADA INSTANSI YANG MENAUNGI SOPIR/ MESKIPUN TIDAK TERLALU SIGNIFIKAN KARENA HANYA TERDIRI DARI SATU/ HINGGA TIGA KASUS SERUPA// NAMUN/ RASA TAKUT DAN KHAWATIR DI MASYARAKAT TENTU AKAN MUNCUL// MENURUTNYA/ CARA YANG DAPAT DILAKUKAN  INSTANSI GUNA MENGETAHUI ATTITUDE KARYAWAN ADALAH DENGAN MELAKUKAN PERCOBAAN/ DAN PENGAWASAN PADA CALON PEKERJA SEBELUM RESMI MENJADI KARYAWAN//

MAHASISWA FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI F-D-I-KOM/ JURUSAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM P-M-I/ SEMESTER LIMA/ INDRY STEFANY MENUTURKAN/ PENUMPANG PERLU MEWASPADAI HAL TERSEBUT// TENTU KEKHAWATIRAN DARI MASYARAKAT PUN AKAN MUNCUL  UNTUK MENGGUNAKAN TAKSI ONLINE// SEHINGGA/ JIKA MENAIKI TAKSI ONLINE BERSAMA TEMAN ATAU KERABAT JUGA TIDAK MENJAMIN BEBAS DARI KEJAHATAN ATAUPUN KEKERASAN///

Selasa, 28 Desember 2021

PENTINGNYA EDUKASI DAN MOTIVASI SOAL KESEHATAN MENTAL BAGI MASYARAKAT

UNTUK DISIARKAN: KAMIS 30 DESEMBER 2021

REPORTER: DEVI SYLVIA

 

ISU KESEHATAN MENTAL SAAT PANDEMI MASIH TERUS HANGAT DIPERBINCANGKAN// HAL TERSEBUT DIPENGARUHI OLEH PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN/ SEHINGGA MENINGGALKAN DAMPAK YANG BESAR BAGI SETIAP ORANG// OLEH KARENA ITU/ HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI H-M-P-S PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM P-M-I –UIN- JAKARTA/ MENGGELAR WEBINAR MENTAL HEALTH DENGAN MENGUSUNG TEMA/ “MARI BERCERITA DAN PERCAYA APAKAH DIRIMU BAIK-BAIK SAJA” YANG BERLANGSUNG PADA SELASA KEMARIN MELALUI ZOOM//

DOSEN FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI F-D-I-KOM/ SEKALIGUS PENGAMPU MATA KULIAH PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI/ NOFIA NATASARI MENGATAKAN/ KESEHATAN MENTAL SAMA PENTINGNYA DENGAN KESEHATAN FISIK// DIRINYA BERHARAP/ ADANYA KEGIATAN TERSEBUT DAPAT MEMBERIKAN EDUKASI/ DAN MOTIVASI TENTANG KESEHATAN MENTAL// SELAIN ITU/ DAPAT MENGINSPIRASI DAN MENGIMPLEMENTASIKANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI/ KARENA KESEHATAN MENTAL DAPAT TERJADI PADA SIAPAPUN DAN KAPANPUN//

PSIKOLOG KLINIS DI R-S-U-D KABUPATEN BEKASI/ ALIFIA ULIE M HADORI MENUTURKAN/ SELAMA MASA PANDEMI TENTUNYA ADA PERUBAHAN PERILAKU DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS NORMAL/ DITAMBAH  MENERAPKAN –PROKES// HAL TERSEBUT/ BERDAMPAK PADA KEHIDUPAN KITA/ KHUSUSNYA PADA KESEHATAN MENTAL/ SEPERTI DEPRESI DAN KEGELISAHAN// SEHINGGA/ MEMBENTUK KRITERIA INDIVIDU YANG SEHAT MENTAL SANGAT DIPERLUKAN// DIRINYA MENAMBAHKAN/ BANYAK FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESEHATAN MENTAL AKIBAT PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI MASA -COVID- 19/ SEPERTI KETERAMPILAN SOSIAL YANG KURANG BAIK/ CYBERBULLIYING/ DAN ADIKASI// SEHINGGA/ ORANG TERSEBUT MERASAKAN KESEPIAN// MAKA/ UNTUK MENGHILANGKAN STRES KITA PERLU LEBIH AWARE/ POSITIVE THINKING/ DAN SELALU MENJALIN SILATURAHMI///