Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Minggu, 29 Juni 2014

Perbedaan Waktu Awal Berpuasa, Haruskah Menjadi Masalah?

00.08 Posted by Newsroom rdk , No comments
Untuk Disiarkan                      : Senin 30 Juni 2014
Reporter                                  : Iladiena Zulfa

Bulan Ramadhan telah datang. Semua muslim di seluruh belahan dunia menyambutnya dengan sukacita. Pemerintah menetapkan awal puasa jatuh kemarin, sedangkan organisasi Muhamaddiyah telah menetapkan awal puasa lebih dulu pada hari sebelumnya yaitu Sabtu. Perbedaan seperti ini sudah biasa terjadi setiap tahun, begitupun ketika menentukan Hari Raya Idul Fitri nanti. Hal ini kerap menjadi masalah bagi masyarakat yang tidak mengerti, dan saling menyalahkan satu sama lain. 

Salah satu Mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester dua, Endah Dewi Cahyani mengatakan, Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada hari Sabtu kemarin karena alasan perhitungan atau hisab dalam bulan Hijriahnya. Endah juga menambahkan, dalam hal ini tidak ada persengketaan yang menyebabkan timbulnya permasalahan.


Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) jurusan Pendidikan Bahasan dan Sastra Indonesia (PBSI) semester dua, Dede Elastrianti, mengatakan, berbagai organisasi masyarakat Islam mempunyai cara yang berbeda untuk menentukan awal puasa. Ada yang menentukan dengan menggunakan metode hilal, ada pula yang menggunakan metode hisab. Dede juga menambahkan, tidak ada yang salah dengan kedua metode itu, masyarakat bisa menerima ketentuan tersebut sesuai dengan keyakinan dirinya masing-masing. 

0 komentar:

Posting Komentar