Berita untuk disiarkan pada program NEWSTAINMENT, Senin-Jum'at pukul 09.00-10.00 WIB

Selasa, 23 Desember 2014

Cara Mahasiswa Menyikapi Perdebatan Tentang Ucapan “Selamat Hari Natal”

Untuk disiarkan          : Rabu 24 Desember 2014
Reporter                      : Aldinah Rosmi

Menjelang peringatan hari Natal yang setiap tahun dirayakan oleh umat Kristiani pada 25 Desember seringkali timbul perdebatan di kalangan umat muslim. Ada kalangan yang menolak mengucapkan Natal dengan alasan memelihara akidah, ada juga kalangan yang membolehkan mengucapkan selamat Natal baik kepada sahabat, tetangga maupun kerabat yang merayakan. Hal ini juga memicu tanggapan dari mahasiswa UIN Jakarta mengenai cara menyikapi perdebatan  tersebut.

Salah satunya adalah tanggapan dari Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) jurusan Manajemen Dakwah (MD) semester lima, Nada El Maula, mengatakan sebagai umat Islam tidak bisa asal men-judge segala sesuatu hal haram atau halal nya sesuatu ketika belum jelas sumbernya dalam Al-Quran maupun hadits. Di samping itu menurut Nada,  kita juga tidak boleh asal ber-statement kalau kita tidak tahu secara pasti sejarah yang sebenarnya, termasuk mengucapkan selamat Natal. Nada menambahkan, setelah mencari tahu memang tidak haram mengucapkan selamat Natal, tetapi tidak masuk akal juga kalau umat Islam mengucapkan. Karena menurut Nada, apa yang terdapat dalam perayaan Natal itu tidak ada sangkut pautnya dengan Islam jadi untuk apa mengucapkannya, apalagi tidak ada manfaatnya.

Selain itu, ada pula tanggapan dari Mahasiswa FDIKOM jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester lima, Ardiansyah Fadly, menuturkan memang ada kelompok tertentu yang melarang mengucapkan selamat hari Natal dengan alasan menjaga akidah dan sebagainya. Namun menurut Ardi secara umum beberapa kalangan muslim Indonesia membolehkannya. Seperti kalangan ulama Nahdatul Ulama (NU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj yang mengatakan bahwa ucapan Natal boleh disampaikan demi kerukunan umat bergama, demikian juga dengan tokoh Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafii Maarif yang juga mengatakan bahwa ucapan tentang selamat Natal tidak perlu dipermasalahkan. Jadi menurut Ardi tidak ada yang perlu diperdebatkan saling bertoleransi lebih baik.


0 komentar:

Posting Komentar